i knew i’m in love when….

November 29, 2009

i was bumped into this article after i typed the title above on google, i add some opinion on my own on this article.. enjoy..

Love and fragrance are two things that can never be hidden. So when love knocks at your heart’s door be assured that although it has crept quietly on you, people around you can sense it from a distance.

No matter how much the person denies being in love there are certain sure shot signs that give them away and in a big way. So if you want to know whether the girl/boy you like is also falling in love with you or if you want to know whether your friend or yourself is falling in love here are some signs that will help in gauging their feelings despite their repeated denials.

1 Heady feeling:

heady di sini berarti memabukan..  you will feel as if you are on drugs.. you feel every time you see something or someone that remind you of the person you love, you’ll giggle or smiling just like orang gila..  you’ll have a light step, you’ll feel like you wanna jump and tell the world that you’re happy

2. Behavioural changes:  Love has the power to melt a heart even the one that made of stone, so if an arrogant abusive friend suddenly starts dripping honey sweetness, you can be assured that he has been hit by a cupid.  History knows that love can make people do anything so is falling in love. People can kill for love.

3. Dreamers’ Paradise: Lovers are usually not concerned about the world as they live in their own paradise where everything is perfect for them. So if you find someone lost deep in their thoughts either at some party or during office hours be assured that the cupid has struck his bow or he got depressed on something else, remember there’s just a thin line between in love and crazy.

4. Other subtle changes: When a person is in love they knowingly or unknowingly start imitating the person whom they loved. By different tone one can implement that an insensitive person can become sensitive to everything around him or her and they become kind and generous as love is all about kindness and generosity. I’m not sure i get the point on this one.  I only get the imitating part and people start showing their best behavior in front of their mates.

Certain other signs include quickening of heart beat and a glow on the face at the mere mention of the lover. Lovers become excited when they talk about their love to their friends. and sometimes, they get way too much excited and can’t stop talking about the lover.

So watch out for any of these signs to be assured that either the person is in love or on the verge of falling in love.


Madtari, Rasa Standar, Harga Standar, Pelayanan “SANGATBURUK”

October 10, 2009

Tulisan ini dibuat dengan penuh rasa kecewa dan Anger setelah the worst week of my life.. Jadi mohon dimaklumi klo tidak objektif…

Hari ni, sabtu, 10 October 2009,, sekitar jam 6 gw n tmen2 gw ke madtari, dengan penuh harapan da keinginan mengisi perut yang uda keroncongan, khususnya gw dengan iming2 gw pengen makan indomie pake kornet madtari yang enak itu <was>.

sesampe di sana, masih rada sepi, which is weird, karena madtari biasanya sangat2 crowded apalagi malem minggu kek hari ini.   gw langsung pesen “impian” gw.. setelah hampir 20 menit <lamaaaaaa bangget> gw nunggu tu pesenan dianterin, akhirnya datanglah semangkuk makanan yang langsung membuat impian gw hancur berkeping2 <lebay> mangkok itu isinya indomie goreng< seperti yang uda gw pesen>, telor goreng, dan yg paling mengecewakan… korned yang sayang sekali,, belum digoreng, yang langsung membuat gw inget film mr. bean ttg Daging Mentah, padahal gw mesen kornednya digoreng, emang sih gw ga nulis, tp gw uda bilang, twice saudara2, yah dengan hati yang sangat berat gw berpikir.. mungkin aja c waiter< baca : abang2 yg ngambil pesenan gw> punya kelainan otak spt short term memory loss.  Jadi, gw panggil org yg anter pesenan gw, gw bilang “mas, tadi saya pesen kornednya digoreng”, dengan enteng dy jawab : “sorry bos, kita lagi sibuk”,,, BAH!! jawaban macem apa itu??? KUCIWA sanggat gw…

dengan terpaksa, again, gw makan indomie dan telor yg gw pesen, dan menyisakan korned yang GAK GW PESEN.  Sebenernya gw rugi, karena gw bayar 10000, sedangkan harga indomie dan telor saja cuma 4.500.. tapi jangan harap gw mau makan korned mentah itu.. uda bentuknya kek -maaf- EE, rasanya jg mentah~asem2 gmn gt~, not in THIS life time, mas.. !  Sbelumnya, gw pernah ke madtari dan membuat pilihan yg sedikit berbeda, Indomie rebus korned keju, believe me, it beat the phrase “the food was worst, it makes me puke”, my phrase goes like this : “the food was worst, it TASTE like puke”. and since then, gw gak pernah pesen korned tanpa bilang “mas kornednya digoreng yah?”.

Yah, setelah itu, bayar, masiii aja ada yg ngecewain.. Duid yg gw kasi ke si Mas-nya, biar dy bayarin ke kasir, kaga dibalikin, alesannya “kirain ga kembalian”, duid ko dikira2, diitung mas.. -.-a

dan begitulah ceritanya.. saya sangat tidak puas dengan pelayanannya.. period.


The Year of Princess

September 28, 2009

This is a story named A Year of A Princess…

“Ai lop yu, mas Indro……….” seorang gadis dengan muka bersemu dan malu-malu juga dengan logat medok sambil memegang telepon seolah telponnya bakal ilang kalo ga dipegang kaya orang horni sambil mesam-mesem menjilati telponnya and on and on..(bayangkan ***)

“Ini sape yah?” suara diseberang telepon menjawab.

“Loh, sampeyan yang siapa??! Mana mas Indro ku?? cinta ku?”  masih dengan tampang horni-horni marah lah si gadis yang tak jelas asal usulnya itu.

“Indro?? Kaga ade tu nyang namenya Indro di sini. Ade juga si Indra Kampret yang kalo kentut semua kecoa bisa dansa sampe kelepek-kelepek” suara disebrang masi ngotot sambil sekilas terdengar ada suara sumbang seperti orang sedang menggaruk-garuk sesuatu.

“Nah itu mas… Itu Mas Indro ku sayang ku cintaku belahan hati ku pujaan hatiku.  Panggil dia. Cepet!!!!! Aku wes ndak sabar mau toking-toking (talking) sama  Mas Indro ku sayang ku cintaku belahan hati ku puj…..”

“Iye2.  Sabar mbak. Mas Indro kampret mu itu lagi boker.  Mending ngobrol ma gw aja. Hehehehehe. Mba pacarnya si kampret yah?” masih terdengar suara garuk2.

“Iki sopo sih?? Temennya  Mas Indro ku sayang ku cintaku belahan hati ku pujaan hatiku yah?  Jenenge sopo to?? Mas Indro mana????” sempet2nya nanya nama tu si gadis.

“Gw Beni.  Gw sodaranya si kampret.  Gw baru dateng dari Bandung kemaren. Uda gw bilang si Kampret lagi boker… Lagi buang air besarnya yang super bau itu. Eh lu blum jawab pertanyaan gw tuh..  Lu pacarnya kampret ya?” suara menggaruk mulai berkurang berganti dengan suara korekan.

“Aku ndak pacaran karo KAMPRET.  Aku pacaran karo Mas Indro…!” senyum malu2 lagi tanpa tampang horni.

“Oh.. nama lu sapa? Uda lama pac….” Tiba-tiba telponya di ambil alih oleh orang lain yang tampaknya eh baunya seperti yang bernama Indro aka Indra aka kampret.

“Tita yo? Iki aku. Mas Indro mu sayang mu cinta mu belahan hati mu pujaan hati mu.  Muaaaaachhhhhhhh! Ono opo nTa? Kang Mas mu ono neng kene…” telpon ampir aja konslet gara2 ciuman super duper mega (kaya jaman dulu request di radio deh) dashyat si Indra.

Melihat hal yang begitu menjijikkan, menusuk mata, mengguncang perut, menggaduk susu, looohh.. Beni dengan penuh kesadaran menguping pembicaraan saudaranya itu.

“Tita kangen buanget karo koe Kang Mas…..” tampang horni mulai bangkit dari peraduannya.  Kabel telpon mule jadi korban ke-horni-an si gadis yang belakangan diketahui bernama Raden Ajeng Hartita Kusumahadidiningrum berjenis kelamin perempuan tulen, berumur belasan tahun, akan melanjutkan kuliah s1 di salah satu perguruan tinggi di Bandung, merupakan keturunan salah satu Raja dari daerah Jawa Tengah gitu deh,harta dan kekayaannya berlipah yang sampe 3 turunan baru abis, sedang dan sudah berpacaran sama orang yang kentutnya paling bau bernama Indra “Kampret” Wijaya selama hampir satu tahun belakangan ini.  Dan dialah sang Putri kita dalam kisah ini.

“Sama nTa.  Kang Mas juga kangen karo koe.. Haek haek haek…. “ bayangkan sendiri.

“Mas Indro.  Yang tadi tuh sopo to mas?  Kok mas Indro ndak crito kalo ada sodaranya yang lagi neng kono?”

“ooooohhh ntuh si Beni.  Sodarane Kang Mas seko (dari) Bandung.  Dia baru aja dateng kemaren.  Aku aja baru tahu tadi pagi kalo dia uda nyampe sini.  Kanapa hayooo??? Tita kesengsem sama suaranya yah?? AAAhhhhh ndak boleh ah… Tita kan punyanya Kang Mas Indro Wijoyo sing guanteng iki…..” yah seperti yang anda rasakan.  Pembicaraan berubah menjadi kurang informative dan terasa menjijikkan.  So let’s move on.

“Tita ke rumahnya mas Indra yah?  Tita udah kangen banget soalnya.  Yah?  Yah??” Tita merajuk seperti anak kecil di super market yang menangis dan mengentak-hentakan kakinya di lantai super market sambil dengan sadar membuat kemaluan ayah dan ibunya menjadi semakin menciut karena tidak dibelikan boneka Barbie beserta rumahnya yang kira-kira berharga 1 juta (menurut penelitian di saat seperti ini anda sebagai orang tua lebih baik meninggalkan anak anda dan biarkan orang yang lebih kaya dari anda mengambil anak anda sebagai anak atau hewan asuh mereka).

“Iyo iyo… Tita mau pergi sama siapa ke sini? Mau di jemput mas ato minta anter Lek Gimin?” dengan penuh kasih sayang  dan sedikit napsu si Kampret Indro menyanggupi permintaan sang kekasih sambil terkadang menyenggol Beni yang daritadi bukannya mendengarkan pembicaraan Tita dan Indro yang HOT itu, tetapi malah ketiduran di pundak Indro.  Walaupun disenggol berjuta kali dan langit runtuh pun si Beni tidak bangun2 sehingga akhirnya Indro tiba2 berdiri dan jatuhlah si Beni.  Tapi dasar si Babi (katanya di Luar Negri sana calling someone as animal itu biasa, jadi dimohon jangan diambil serius yah..?) Beni gak bangun2 juga, akhir cerita untuk pertikaian pembangunan Beni, Indro menduduki kepala si Beni sambil terus berbicara dan bermesra2an dengan Tita.

“Tita sih gelem (mau)nya dijemput Mas Ndro, tapi tar takut kemaleman nyampe rumah Mas Ndronya. Tita dianter Lek aja deh.  Tunggu aku yo Mas?? Muaaacccchhhh!” telpon ditutup dengan buru2 oleh Tita.

“Muuuuuuuuuuuuuuuuuuuaaaaaaaaaaaaacccccccccchhhhhhhhhhhhh” tak sadar telponnya udah pingsan duluan menerima ciuman yang penuh air liurnya itu dan Tita sudah menutup telponnya duluan Indro dengan tetap duduk diatas kepala Beni memberikan ciuman paling hotnya dan saking hotnya, hal yang paling ditakuti kecoa di rumahnya keluar, KENTUTnya yang dasyat itu memenuhi seisi ruang tamunya.  Beni pun bangun mencium bau belerang yang amat sangat tersebut tapi karena terlebih dahulu terdesak oleh pantat Indro dan syaraf2nya mulai tidak berfungsi karena bau yang tentu saja berasal tepat di atas kepalanya, Beni pun pingsan dengan sukses.

Setelah serangkaian kejadian yang tak pantas diceritakan di sini, alias bisa-bisa disensor semua dan pada akhirnya semua perjuangan sang penulis tak berarti, Sang Putri pun tiba di rumah si Kampret.

“Mhhhaaaaaaaaaaasssss Indrooooo?????!!!!!!” Tita berteriak seperti di film2 percintaan saat sang tokoh utama wanita terjun dari ketinggian 10.000 kaki demi mencari bulu ketek pacarnya yang hanyut di air terjun Niagara.

“Ono opo to mbak???? Siang2 begini kok teriak2 koyok (kaya) neng (di) hutan aja?”  ibu2 tua renta datang menghampiri Tita dengan tampang kurang senang.  Tapi setelah melihat siapa yang telah berteriak2, ibu itu langsung tersenyum.  Perlu diketahui ibu ini adalah ibu sang pangeran kampret kita, si Indro.

“OOOOhhhhhh Mbak Tita to? Indro ono(ada) neng(di) (mburi) belakang.  Monggo2…. Duduk2..” Sambil mempersilahkan duduk di kursi ruang tamu yang telah menjadi saksi kehinaan dan kenistaan yang telah dilakukan Indro terhadap telepon tadi, sang ibu memanggil anak semata wayangnya itu.

“nnnnnnnnnnnnnnnnnnnddddddddddrrrrrrrrrrrrrrrrrooooooooooooooooooooooo!!!!!!!!!!!!”Ibu kampret memanggil sang anak.

“Indra lagi boker bulek!!”  datanglah sang sepupu yang akhirnya sudah sadar setelah pembiusan paling brutal yang pernah dicatat di dunia kedokteran, dari balik pintu bertirai.

“Wah kalo begitu mbak Tita duduk dulu yo? Mau bulek bikinkan minum apa?”

“Wah ndak usah repot2 bulek, Tita Cuma mau ketemu Mas Indro saja kok bulek”

“Ohh yo wes kalo begitu, bulek mau tidur dulu, kamu ditemenin sama Beni aja nih” sang ibu masuk ke pintu bertirai tempat tadi si Beni keluar, sedangkan si Beni yang daritadi udah asik nonton tv  mendengar namanya di sebut, Beni berdiri lalu senyum2 sama Tita.  Sebagai seorang gentleman Beni mendekati Tita lalu duduk di sebelah Tita tanpa malu sedikit pun.

“Namanya Tita yah? Yang tadi nelpon kan? Pacarnya kampret kan? Udah berapa lama pacaran ma kampret?” Dicecar pertanyaan yang begitu banyak dan napsu, Tita menjauh dari Beni, tetapi dasar Beni, diikutinnyalah si Tita sampai ke ujung sofa dimana Tita tidak bisa bersembunyi lagi dan Beni dengan suksesnya mencecar Tita dengan pertanyaan dan toelan2 mautnya.

“Dih.. sombong buanget mbak Tita nih” toel..

“Ayo dong mbak..”toel..

“kalo cemberut terus tar jerawatan loh mbak..” toel dan cengengesan.

Tita mulai merasakan iritasi di lengannya yang daritadi dicolek2 trus sama si Beni.

“IiiiiiiiiiiiiiHHHHHH! Nopo sih mas iki! Colek sana sini awas yo tak kasih tau mas Indro biar dihajuar!”  Tita berlari ke dalam sambil memanggil2 Indro yang tak berapa lama kemudian berpapasan dengannya dan langsung memeluknya.

“Ahhhh…. Mas Indro kangen banget ma kamu nta”

Tita yang kaget langsung senang dan menyambut pelukan Indro sambil sesekali mencium bau2 aneh yang akhirnya tak ia pedulikan.  Setelah hampir satu minggu tidak bertemu sang pujaan hati akhirnya ia dapat merasakan kembali pelukan yang hangat dan bau itu.

“Mas Ndro… itu mas sodara mas gangguin Tita terus dari tadi. Tita jadi sebel” sambil terus berpelukan seperti perangko dan lem atau air liur atau apapun yang kalian mau, mereka berjalan kembali ke ruang tamu dan mendapati Beni yang asik duduk dan meihat ke atas sambil mengangkat satu kaki dan satu tangan ke atas seakan sedang membidik sesuatu dan tak berapa lama kemudian seokor Tokek pun jatuh.  Setelah diselidiki lebih lanjut Tokek tersebut jatuh karena di salah satu kakinya menempel sebuah kotoran hidung manusia yang tak lain adalah upilnya si Beni. Setelah terlihat sangat bangga dan menang, akhirnya Beni merasa ada yang sedang kejijikan melihat mukanya yang sangat bangga tersebut.

“Eh ndra, dah selse yah bokernya?”

Indro tanpa basa basi bau pip pip langsung pergi ke depan, ke halaman rumahnya bersama sang cinta, Tita.  Mereka duduk di kursi yang terletak persis di depan kaca jendela besar sehingga sebenarnya semua orang yang di dalam dapat melihat apa yang sedang mereka lakukan dari belakang.  Mereka duduk menghadap ke halaman rumah Indro yang tidak begitu luas.

“Mas Indro, Tita bener2 ora gelem (ndak mau) kuliah di mBandung.  Nanti Tita ndak bias ketemu Mas Indro lagi.  Tita juga harus pergi seminggu lagi.  Mas Indro melu neng (ikut ke) mBandung yo?” Tita bersender di bahu sang pangeran sambil terus memeluknya dengan erat.

“Waduh..” Indro melepaskan pelukannya dan menarik tangan Tita lalu menaruhnya di atas lututnya.  Sambil sesekali mengelusnya ; “ndak bisa to Ta, mas Indro ndak punya duid kalo harus kuliah jauh2 ke mBandung.”

Mendengar itu, Tita menangis, tidak seperti yang sebelumnya off course, tapi dengan penuh perasaan yang selama ini ditahannya.  Tita merasa tidaklah mungkin baginya meninggalkan sang pangenrannya sendirian di sini.  Jadi seperti biasa di sinetrin-sinetron Indonesia, semua kenekatad dalam hatinya menjadi bulad.

“Poko’e mas Indro harus melu(ikut)!” sambil mengacung-acungkan pisang di tangan kanannya seolah hendak menyabet lalat dengan pisang malang itu.

Indra yang tak tahan menahan kesedihan yang begitu amat sangat mendalam tak tahu lagi lalu menangis termehek-mehek. Dan bersujud di kaki Tita.  Adegan yang sangat mengharukan.

“Mas Indro ndak iso(bisa) nTa, plis, jangan paksa mas..”

Melihat sang Kang Mas begitu hancur, Tita tidak tahan lagi lalu lari kabur dari pekarangan rumah kekasihnya tersebut.  Dengan segala keputusasaan dalam hatinya yang sudah semakin bulad.

“Kita putus aja Mas! Mas Indro dah ndak tresno(cinta) lagi karo(sama) aku!”

Dan berlarilah sang gadis entah kemana…

Indro yang begitu shock mendengarnya, langsung jatuh pingsan di tempat duduknya.  Tidak mampu mencerna apa yang baru saja didengarnya.  Keputusasaan dan pengambilan keputusan yang gegabah yang selalu dilakukan oleh cewe hanya untuk menyakiti orang lain dengan cara menyiksa dirinya sendiri, berharap apa yang dirasakannya dapat membuat orang yang dibenci atau cinta atau benci tapi cinta dan seterusnya dapat merasakan sakitnya seribu kali lipat, yang wich is never gonna happen, karena you see, it goes like this, ini kayak praktikum biologi kita waktu smp, kita disuruh guru kita mengebedah katak, apa dengan cara menusuk tangan kita tiba-tiba katak tak bersalah didepan kita terbelah dengan sendirinya?  This things will never work.  This case juga yang sering terjadi pada orang-orang yang baru putus cinta atu mereasa disakiti oleh orang lain dengan cara membunuh dirinya sendiri alias bodoh dan useless.

“Poko’e Tita mau pergi ke Bandung sekarang juga!”

“Loh nDok?  Ko tiba2 begini?  Kemarin kamu bilang ndak mau pergi neng mBandung?  Sekarang mau pergi sendiri malahan.  Ono opo?”

……….. ceritanya belum selesai.. ntah gmn mau nyeleseinnya jg bingung…. hehehe.. iseng2 aja post sapa tau ada yang minat ma  ceritanya


it’s a girls stuff

August 1, 2009

i was just finished watching “he’s not that into you”.. a great movie.. eyed opening, i might say.. it’s just a girls stuff about reading sign, wanting a drama, fairy tale’s happy ending… and this are the punch line or so.. they got me a good mood to blog them, and here they are..

“Girls are taught a lot of stuff growing up; if a guy punches you, it means he likes you, never try to trim your own bangs.

And someday you will meet a wonderful guy, and get your very own happy ending.

Every movie we see, every story we’re told implores up to wait for it.

The third act twist: the unexpected declaration of love, the exception to the rule.

But sometimes, we’re so focused on finding our happy ending, we don’t learn how to read the signs.

How to tell the ones who want us and the ones who don’t.

The ones who will stay from the ones who will leave.

And maybe, this happy ending doesn’t include a wonderful guy.

Maybe it’s you …

On your own …

Picking up the pieces and starting over …

Freeing yourself up for something better in the future.

Maybe the happy ending is just …

moving on.

Or maybe the happy ending is this:

knowing through all the unreturned phone calls and broken hearts,

through all the blunders and misread signals,

through all the pain and embarrassment,

you never,

ever

gave up

hope.”


inilah GW.. hati irene adisty

July 20, 2009

Huaaaa.. dah lama bangget nii gak ngeblog..

Yah selain lagi jenuh, mang lagi ga ada ide aja.. tapi setelah melihat2 dede gw yang mule buat blog baru,,

Jadi merasa tersaingi.. hehe.. yang berminat mengunjungi blog dd gw silahkan click di sini..

Kalo di tanya gw sibuk apa akhir2 ni,, hum…. Mungkin KP (kerja praktek) ma SP (semester pendek yang terpaksa gw ambil gara2 nile gw ilang,, Thank u aa “S”.. hahaha) tapi dibilang sibuk da gak sesibuk itu juga c.. masi sempet ngabisin kuota speedy yang 3 G itu dalam setengah bulan ko.. hehehe. Donlod manga scan la, mp3 la, apa la yang gak jelas2 lainnya…

Kalo di Tanya liburan ngapain.. rasanya gak ngapa2in juga.. paling menghubur diri nonton di bioskop, jalan2 ke mall, tapi setelah bom kemaren di JW Marriot, nyokab gw tiba2 ngomong : “kata mama loren bakal ada bom di mall, jadi kamu jangan pergi2 ke mall dulu” halah.. kalo pun ada, gw pikir mah paling di Jakarta lagi.. yang di daerah2 gini mah paling cuman ikut2an,, cari sensasi aja,, ato bahkan cuman iseng2 belaka.

My biggest meaning of liburan kali ni mungkin pas reunion ma anak2 SD.. hehehe, udah 9 taon kaga ketemu, pas ketemu, ada yang berubah,, ada yang jadi makin tinggi, tetep pendek (termasuk gw yang gak bertumbuh setelah 1 SMP), makin cantik, tetep standar, ato berkurang kegantengannya.. hahaha Selain itu, kelakuan juga beda2, ada yang makin GILA, makin ga bisa diatur, atom akin dewasa sesuai umur.  Walo acaranya cumin nginep 1 hari 1 malem, tapi lumayan lah udah bias ngumpulin orang segitu banyak (28 orang… banyak kan?? Bis yg laen sok sibuk c,, hehehe), kita sharing lagi kerjaan ato kesibukan kita apa sekarang, maen2 balon GeJe hehehe, n paling penting c poto2 hahaha.. Walopun gak semuanya “nyatu” karna dari dulu jg mang beda gaulnya.. hahaha, gw cukup seneng bisa ngumpul2 lagi sama anak2 SD.. ^^

Kalo di Tanya gw lagi mikir apa sekarang mungkin kecemasan gw soal KP,, hehe.. yah sapa jg yg ga cemas.. uda mau deadline, and I’m going to dead for sure.. hahaha. Tapi ditengah semua pikiran itu, ada yang mengganjal di hati.. gw sedikit tergerak, untuk berpikir lebih dalem tentang arti “teman” dalam hidup gw, karna akhir2 ni, temen baik gw sedikit curhat, bahwa temen2 gw ato kita, udah berubah.. yang dulunya sapa ma sapa, sekarang situ sama sini, hahaha,, but it’s sure true, mungkin kita a bit, just a tiny bit jealous, coz they look fun together, and we’re not feeling the same about them, yah kek pepatah deh, “the grass always greener in someone else’s”, hahaha ngarang pisan ni buat pepatahnya.. pokonya rumput tetangga lebih bagus dari pada rumput kita.. Yah, bukan gw mau bilang jg mereka gak bagus jg. Tapi kan setiap orang ada jalannya masing2.

Perubahan ni bukannya mau dibesar2kan, ato dipertanyakan bahkan dipersalahkan, gw cumin mau mengutarakan apa yang “kami” rasakan, walaupun terkadang “kami” merasa tidak peduli, karena “kami” pun sibuk dengan urusan kami masing2, tetapi dalam hati, “kami” ingin kembali seperti dulu, kompak dalam satu ikatan bernama IF-A, dengan saling memaafkan (kan ga ada orang yang sempurna, pasti aja ada kurangnya.. ^^), tersenyum kembali, look each other in the eye, peduli dan jangan biarkan kekompakan semu ini terus berjalan terus.

Hehehe

Duh jadi curhat deh,, ya sudah lah.. keburu pada nangis tar.. c u guys soon.. ^^

NB:

-buat yang uda gw marahin, ato marah ma gw, di sini, gw minta maaf yang sebesar2nya yh?? ^^ ayo buat kelas kita kek dulu lagi.. yang rame yang kompak yang SATU.. ^^

- gw tau, gw hanya melihat perubahan ini dari satu sudut pandang saja, tapi ini lah curHat gw, yang uda lama pengen gw tulis.. feel free to comment.. ^^


just another CINDERELLA story

June 23, 2009

i just noticed, that most of the movie that i like, is really based on the story of cinderella, where the bride is too poor, while the groom is too whealty, or vice versa and here is some films and movies that-in my personal opinion-  has the same story line as the story of cinderella :

1.  Cinderella Story

cinderellastorysoundtrack

2.  Meteor Garden/ Hana Yori Dango / Boys over flower

boys-over-flowers3.  Coffe Prince

coffee-prince

4.  Princess Hours (GOONG)

Square Loves 01

5.  Shrek

shrek1sh

6.  The Prince and Me

prince-and-me-001

7.  Penelope

and they all lived happily ever after ^^

i belive there are more,,, any suggestion??? feel free to suggest on the comment section ^^


PENELOPE

June 10, 2009

penelope

Once upon a time, Ralph Wilhern fell on love with his servant Clara, by telling his family that he’s intended to marry Clara, he realized how silly he had been, so he turned out marrying someone who’s more suitable and Clara fell off a cliff.  Clara’s mother, the town witch, came to the Wilhern’s house, seeking for revenge, she wanted this blue bloods to feel the pain of rejection her daughter felt, and commanded that the next Wilhern’s daughter be born with the face of a pig, and until one of their-blue blooded- claims her to be one of their own, till death do they part, will the curse be broken.   With the thread of the curse hanging over their heads, the next five Wilhern’s brides lived in terror of being the first to give birth to a daughter.  But as luck would have it, they gave birth to all sons, who had all sons, who had all sons, who had all sons.  Finally born to Ella and Leonard Wilhern, a beautiful baby girl, but what they didn’t know then that was Ella hadn’t actually gave birth to a Wilhern. She had given birth to a Jones, who turned out to be their driver.  This means that the first-born Wilhern girl was a girl named PENELOPE.  She was born, just like the curse said, with the face of a pig.

Her mother was the one who suffered the most with the born of this baby girl.  She seeks out helps, to remove the nose off PENELOPE.  But strangely, the carotid artery appears to run directly through PENELOPE’s nose, making any attempt at removal is unfeasible.  Her mother always did what she thought the best way to protect PENELOPE, from reporters by faking PENELOPE’s dead.  So, PENELOPE did almost of her play time in her room.  Meanwhile, her mother spent her every waking hour preparing PENELOPE to be a suitable bride.  And on PENELOPE’s eighteen birthday, her mother hired Wanda, matchmaker for the rich and famous.  Because everybody thought that to break the curse, they just had to find a high society blue-blood to accept PENELOPE as she is, till death do they part.  But every time, PENELOPE showed her  faces to the guys, they always run away.  But the butler was always managed to catch them, and bring them back to the house were they legally gagged, into secrecy.

Until one day,  the butler failed to catch this one guy, Edward Vanderman, who was also running out from the Wilhern house and managed to tell the police what he saw, he said that he saw a girl with pig face, and  that she had a fang.  The police didn’t believed him and had him locked in a jail.


vidi aldiano – status palsu

June 10, 2009


unusual yet funny wedding

June 6, 2009

condom_wedding_dress

a wedding dress from condoms,,, don’t worry about kids, you will have none,,,,

cheapest_wedding_dress

cheapest wedding dress, it’s merely your bikini with some flowers on it,,

news027and this is what happen if you’re getting married in prison,,

verticalgarden03

save our earth,, use leaves instead of sintetics fabrics

coffinis that really a woman??

photosoctjustelite008can’t see clearly?? yes,, they are trying to kill each other,,,

wedding dressesthe longest wedding dress

DBF8DF8E-75FC-4271-8E90-4B24AA4299F3it’s made of plastic fork,,,

wedding-dresscan you see the groom?? oh he’s too shy,,,

my747509042402

oooooHH,, bless those dead peacocks,,,, T_T

funny-weddingnever believes on your groom,,,,

heavyweddingdressneed some one to burst your bubble???


my dream house

June 2, 2009

Concrete White House, Modern Design by ODOS Architectssee the title up there??? yes it’s only my dream,,, everyone says DARE TO DREAM BIG, then this is my biggest dream,, ^^

the 1st picture, show you, my ‘dream’ house,,,

japan-house-design2nd picture shows you, the detail, the garage

and this thing will be my ride,,, ^^

white-ninja-250r-3

luxury_italian_contemporary_architecture_property_modern_home_interior_design_living_room_furniture_seating_chairs_red_whiteand this one will be my ‘dream’ living room, the couch is sooooo cute, you’ll wonder how to sit,,

modern-casa-with-great-library-12and this will be my ‘dream’ library, with a lot of great books,, kya2,,, ><

modern white kitchen interior design_Decorators Home 4

this will be my ‘dream’ kitchen, great kitchen serves white, and remain white after the war of food and oil,,, ^^

beautiful-interior-house-design

this is where I will sleep soundly every nigt,,, and earn more big dreams

bathroom-design-viva-thumb

and in here I’ll to the dirty thing,,, hehehehe, see the shape of the tub,, it’s round,

i wonder how will i get the bath, but it’s cute anyway,,, hahahaha

Concrete White House, Modern Design by ODOS Architects 2

and this will be my ‘dream’ backyard,,

a place to retreat from this poluted world,, and enjoying the nature silence,,, ~~,

and this is my dream,,, one day, i’ll read this post, and smile

saying, “and this is exactly all i got now”